Anggota DPR Aceh:  Bercak Darah Masih Terlihat di Bantal, Korban Sempat Diseret

Anggota DPR Aceh:  Bercak Darah Masih Terlihat di Bantal, Korban Sempat DiseretIst
A A A

ACEH TIMUR - Anggota DPR Aceh dari  Fraksi Partai Aceh, Iskandar Usman Alfarlaky, Senin 12 Oktober 2020 siang, berkunjung ke rumah korban perkosaan yaitu IRT berisial RN yang masih dalam perawatan di RS Langsa dan korban pembunuhan bernama Rangga, anak dari RN yang dibunuh oleh pelaku bernama Samsul Bahri alias SB secara sadis di Gampong Alue Gadeng Gampong, Kecamatan Birem Bayeun, kabupaten Aceh Timur.

Untuk diketahui, Samsul Bahri merupakan seorang residivis kasus pembunuhan, Rangga diduga  dibunuh saat membantu ibunya yang hendak diperkosa pelaku Samsul Bahri.

Malam itu, pelaku merudapaksa RN, almarhum Rangga dan ibunya saat itu tidur bersama di ranjang kayu yang hanya setinggi 20 cm dari atas lantai tanah dalam rumah yang berukuran kecil dan pengaman pintu seadanya menggunakan tali sebagai kunci pintu. "Bercak darah masih terlihat di bantal, di pintu juga masih ada. Keterangan warga, korban sempat diseret," terang Iskandar.

Menurut ibu korban, pelaku menghabisi almarhum saat di dalam rumah. Saat itu, almarhum Rg hendak membantu ibunya dari cengkraman pelaku.

Tapi pelaku dengan keji langsung menyabetkan parang ke arah tangan Rg, lalu dikejarnya lagi dan memarangnya lagi di bagian rahang dan bagian tubuh lainnya.

Usai menziarahi kuburan almarhum Rangga, Iskandar Al-Farlaky dan rombongan juga membesuk ibu dari almarhum Rangga di RSU Langsa. Kedatangan Iskandar disambut direktur dan wadir RSU Langsa. Di hadapan suami korban Iskandar memberi semangat serta meminta agar tetap tabah atas cobaan ini.

"Kita juga sudah minta Pemerintah Aceh melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak memberi dampingan psikososial kepada korban. Kondisi ini sangat menyayat hati dan berpengaruh besar terhadap psikis korban. Korban harus didampingi," ujar Iskandar kepada wartawan di sela-sela kunjungan.

Komentar

Loading...